Wilujeng sumping di blog na #Nik Tea#

Sabtu, 16 Juni 2012

Laporan Penelitian Mengenai Tahu


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Mata kuliah “Teknis Penulisan” pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah mata kuliah yang mempelajari tentang teknik-teknik penulisan untuk laporan, karya ilmiah, maupun Tugas Akhir.
Mata kuliah “Teknik Penulisan”  memberikan tugas membuat laporan penelitian kepada mahasiswa Teknik Komputer dan Jaringan sebagai syarat untuk mendapat nilai.
Penelitian ini dilaksanakan sebelum UTS, dan pengumpulan laporannya pada waktu UTS.
Pengerjaan penelitian ini berada di Kp.Kemang ,Desa Cantayan,Kecamatan Cicantayan,Kabupaten Sukabumi.
Laporan penelitian ini dilaksanakan dengan cara meneliti terlebih dahulu tentang “tahu” dan kemudian menjabarkannya melalui laporan yang kami buat ini.


1.1  Ruang Lingkup
      Ruang lingkup dari laporan ini adalah membahas asal usul tahu, cara pembuatan tahu, serta macam-macam jajanan yang berbahan dasar tahu.

1.2  Tujuan Penelitian
      Tujuan dari penulisan laporan ini yaitu untuk menambah nilai Mata Kuliah Teknik Penulisan, serta menambah pengetahuan tentang sejarah tahu dan dapat mengenal macam-macam tahu beserta aneka olahan / jajanan yang berbahan dasar tahu.

 
BAB II
TAHU SEBAGAI SUMBER PROTEIN YANG TINGGI

2.1     Asal Usul Tahu
Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian, tauhu (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti "kedelai yang difermentasi". Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu Kaisar Han Gaozu, Liu Bang, yang mendirikan Dinasti Han.
Liu An adalah ilmuwan dan filosof, penguasa dan ahli politik. Ia tertarik pada ilmu kimia dan Meditasi Tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Kemungkinan besar Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air lant dan menjadi kental seperti tahu saat ini.
2.1.1 Beberapa Teori
Ada beberapa teori bagaimana tahu pada awalnya terbentuk:
Teori pertama kemungkinan besar proses pengumpalan tahu terjadi secara kebetulan. Bila membuat sup dari puree kedelai biasanya harus diberi bumbu. Bila sup tersebut diberi garam kemungkinan besar mengandung nigari (garam alami). Dengan adanya garam biterrn (nigari) maka penggumpalan tahu segera terjadi, garam yang sengaja ditambahkan ternyata dapat menggumpalkan tahu. Para tukang masak kemudian mengambil ampas tahu, agar mendapat tahu yang lebih lembut dengan tekstur yang indah. Tahap berikutnya adalah dengan pengepresan, membantu makan lebih tahan segar dalam waktu yang cukup lama.
Teori kedua mengusulkan bahwa karena tidak menernakkan sapi atau kambing untuk produksi susu, kemungkinan besar masyarakat Cina tidak familiar dengan cara menggumpalkan susu atau proses pengumpalan secara umum. Karena alasan tersebut, kemungkinan besar mereka belajar dari orang India di daerah Cina selatan atau dari Monggolia bagian Utara Cina. Kedua negara tersebut biasa membuat gumpalan susu dan keju. Teori teknologi import dari negara tetangga di anggap masuk akal karena Cina sangat mengemari delicacy yang beraroma ringan seperti "shark pin", sarang burung walet, dan teripang yang juga di import dari negara lain.
Kata tofu atau tahu muncul pertama kali dalam sejarah China sekitar 800 tahun kemudian. Dikatakan bahwa Budhi Dharma, yang hidup di China dari tahun 500 sampai 528 telah mendirikan sekolah Chinesse Ch'an (Zen), dan dalam ajarannya telah melibatkan dengan tahu dalam Dharma Combat. Untuk memperdalam penyertaan mengenai cara-cara atau jalan Budha. Budi dharma kemudian mengagungkan dan merefleksikan tahu sebagai sumber dari sesuatu yang sederhana, sifat jujur, jalan alam pintas, dan mencerminkan warna sebagai jubah yang putih dan agung. Prasasti tertua yang menyebut tofu adalah Saiinoku, yang ditulis sewaktu Dynasti Sung (960 - 1127), lebih dari 1000 tahun setelah penemu tahu itu sendiri.
Banyak buku kuno atau prasasti pada zaman itu menunjukan karya yang ditulis sekitar 60 sampai 100 BC, yang berisi ceritera Lord Liu An dan Tofu jaman itu. Di buku-buku yang diterbitkan di jaman Dynasti Sung, terdapat deskripsi atau uraian yang menunjang bahwa tahu sering disajikan bagi santapan raja-raja di zaman itu. Tofu atau tahu menyebar ke Jepang pada abad ke delapan dan barangkali dibawa dari daratan China oleh beberapa pendeta Budha (Bhiksu) yang berkelana mondar-mandir antara Jepang dan China. Masuknya tahu ke Jepang melalui jalur keluarga istana, para politisi dan ekonomi yang saat itu banyak berhubungan antara Cina dan Jepang. Para Bhiksu Budha sendiri makanan sehari-harinya adalah tofu. Di daerah sekitar candi Budha yang besar terdapat kedai-kedai tahu dan diorganisasi atau dikelola oleh para bhiksu Budha.
Di Jepang khususnya di zaman Kamakura (1185 - 1333) terjadilah gerakan besar-besaran untuk memopulerkan tahu di antara penganut agama Budha bagi masyarakat Jepang. Dari Kamakura berkembang merambat ke Kyoto dan dari Kyoto menyebar ke seluruh negeri Jepang. Karena masyarakat Jepang mengikuti kehidupan para pemeluk agama Budha, yaitu menghindarkan diri dari konsumsi daging "dari ternak yang berkaki empat", maka kehadiran tahu tentu saja di sambut dengan gembira sebagai sumber makanan kaya protein dan gizi yang murah dan lezat rasanya. Dari Jepang tahu berkembang dan maju sehingga timbullah inovasi baru dibidang produksi tahu termasuk di dalamnya: tahu beku kering (dried frozen tofu), age, grilled tofu dan nigari kinugoshi.
Bersamaan dengan menyebarnya tahu di Jepang, sifat dasar tahu setahap demi setahap mengalami perubahan. Di tangan para ahli seni masak dan keterampilan, tahu yang diproduksi semakin lebih lunak, lebih putih dan dengan citarasa yang lebih nyaman. Namun demikian tahu yang di produksi di kawasan pedesaan ternyata masih tetap mempertahankan tingkat kepadatan yang lama serta kaya citarasa seperti tahu dari daratan Tiongkok. Ketika seorang Zen Master China, yang bernama Ingen, tiba di Jepang di tahun 1661, ia sangat terperanjat saat menemukan tofu yang tidak lagi seperti tahu yang terdapat di China saat ia meninggalkan China. Dalam memuja jenis makanan baru ia menyusun dan mengukir kalimat sederhana yang merupakan perubahan yang masih sangat terkenal hingga saat ini.
1.      Mame de;
2.       Shikaku de; dan
3.      Yawazaka de
Setiap baris dalam perubahan tersebut memiliki arti ganda sehingga dapat dibaca sebagai berikut:
1.      Dibuat dari kedelai atau berbuatlah sesuatu yang lurus
2.      Empat segi, dipotong rapi atau jadilah orang baik dan jujur.
3.Lembut atau dan memiliki hati yang baik.


 2.2    Kandungan Gizi  dan Manfaat Tahu
Sebagai hasil olahan kacang kedelai, tahu merupakan makanan andalan untuk perbaikan gizi karena tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan diyakini memiliki daya cerna yang tinggi (sebesar 85% -98%). Kandungan gizi dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani, seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai bahan makanan pengganti protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori dan mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflavin,  vitamin E, vitamin B12, kalium dan kalsium (yang bermanfaat mendukung terbentuknya kerangka tulang). Dan paling penting, dengan kandungan sekitar 80% asam lemak tak jenuh tahu tidak banyak mengandung kolesterol, sehingga sangat aman bagi kesehatan jantung. Bahkan karena kandungan hidrat arang dan kalorinya yang rendah, tahu merupakan salah satu menu diet rendah kalori.

 
Di balik kelezatannya, tahu menyimpan khasiat medis tersendiri. Sebuah studi oleh tim medis dari Kanada membuktikan bahwa tahu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition dilakukan pada 55 orang lelaki dan perempuan usia setengah baya yang mengidap kolesterol tinggi.
Setelah mengikuti diet sehat, partisan tersebut diikutkan pada pola makan beragam, mulai dari kacang almond, tahu, sayuran mentah, dan jenis makanan kedelai lain. Setelah setahun, kolesterol mereka diukur. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi tahu mengalami penurunan kolesterol lebih besar dibanding kelompok pengonsumsi makanan lain. Penurunan ini dapat mencapai 10-20 persen.
Selain menurunkan kolesterol, tahu juga terbukti dapat mencegah kanker payudara. Mereka yang mengonsumsi tahu 25 persen lebih banyak mengalami peningkatan pembentukan estrogen dibanding yang tidak. Tekanan darah mereka juga lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi tahu.
Rahasia khasiat tahu ternyata ada pada kandungan isoflavon yang mengandung hormon estrogen. Selain mencegah kanker payudara, isoflavon juga memperlambat proses penuaan pada perempuan. Isoflavon bukan hanya terkandung dalam tahu melainkan juga pada semua makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe, susu kedelai, kecap, dan sejenisnya. (dari berbagai sumber).


2.3     Macam –Macam Tahu yang Terkenal di Indonesia
a.          Tahu Kuning:


[imagetag]
 
Dari nama sudah bisa ditebak kalau tahu ini berwarna kuning. Warna kuning ini berasal dari kunyit. Jenis tahu ini merupakan jenis tahu yang paling banyak beredar di pasar-pasar. Jika anda menjatuhkan pilihan pada tahu ini untuk dimasak,

jika akan mengolah tahu ini, perhatikan dahulu teksturnya, jika keras dan padat maka jangan diolah dengan teknik goreng karena tahu akan semakin liat dan keras. tetapi jika tekstur tahu sebaliknya, maka anda bebas mengolahnya untuk apa saja.
b.      Tahu Sumedang
[imagetag]Tahu sumedang merupakan tahu yang berasal dari daerah sumedang, Jawa Barat. tahu jenis ini saat masih mentah memiliki tekstur dan warna yang sama seperti tahu putih biasa, hanya saja potongannya lebih kecil. dan ketika sudah digoreng permukaannya tampak keriting tidak halus seperti pada umumnya

c.       Tahu Sutera
[imagetag]Sesuai namanya, tekstur tahu ini lunak dan sangat halus, karena halusnya hingga tidak nampak pori-porinya. tahu yang lebih popouler dengan sebutan tofu ini kebanyakan dijual di pasar swalayan dan supermarket dengan kemasan menyerupai es lilin.
Selain rasa asli kini banyak ditawarkan tahu sutera yang sudah diperkaya aneka bahan seperti udang dan telur. karena teksturnya yang lunak, banyak orang yang mengolah tahu ini untuk masakan sapo, wedang tahu maupun puding
d.      [imagetag]Tahu Pong
 Tahu jenis ini disebut tahu pong karena jika sudah digoreng akan mengembang, dan bagian tengahnya berongga atau dalam bahasa jawanya kopong. baru setelah agak dingin tahu akan sedikit menyusut.

tahu pong memang diolah secara khusus sehingga bisa menghasilkan rongga dan ringan setelah digoreng. Tahu ini asyiknya sih dimakan hangat dan dicocol dengan aneka sambal maupun lalapan cabe rawit


a.          [imagetag]Tahu Bulat Tasikmalaya
Tahu bulat "Arka", Tahu bulat ini memiliki rasa yang gurih dan aroma yang khas Sangat unik, enak dan lezat. Tahu bulat memiliki tekstur luar yang garing dan empuk di dalam.Tahu bulat merupakan makanan sehat tanpa bahan pengawet, enak, aman dan bergizi

2.4     Tata Cara Pembuatan Tahu
Bahan membuat tahu :
a.       Kacang kedelai (sesuai kebutuhan saja) biasanya cukup 3 kg (utk keluarga kecil)
b.      Vinegar (cuka) warna putih
c.       Kain Belacu (kain bekas karung tepung)
Cara Membuat Tahu
a.       Bersihkan kedelai dan kemudian buang yg sudah layu/kisut, kalau bisa pilihlah yg bijinya besar.
b.      Cuci bersih kedelai lalu rendam dalam air banyak (sampai kedelai tenggelam) selama 6 jam.
c.       Setelah itu cuci kedelai terus menerus selama setengah jam. Cara Membuat Tahu Lalu bagi-bagi kedelai sesuai dgn kapasitas blender dan letakkan didalam wadah bambo atau plastic.
d.      Kedelai digiling sampai halus menggunakan blender tapi kalau ada juicer lbh baik lagi kedelai digiling halus dan air ditampung. Cara membuat tahu kalau memakai blender setelah diblender bisa langsung direbus tanpa perlu memisahkan air dan ampas.
e.       Ampas kedelai langsung direbus secepatnya selama 15-20 menit dalam wajan yg besar untuk mendapatkan hasil tahu yg bagus/tdk keras.
f.       Adonan ampas kedelai yg sudah direbus tadi langsung dituang kedalam kain belacu (yg sudah disiapkan sebelumnya diatas wadah besar dr clay atau plastic dan diikat kuat agar saat menuang adonan rebusan kain tdk jatuh kedalam wadah dan kain juga harus kuat menahan berat adonan).
g.      Cara Membuat Tahu dengan diaduk-aduk/goyang-goyang adonan terus menerus hingga sari kedelai jatuh kebawah dan adonan tadi cukup kering.
h.      Lalu peras ampas kedelai dgn menggunakan air panas, cara membuat tahu dan lakukan berulang ulang hingga tidak ada sari lagi yg tersisa diampas kedelai.
i.        Air saringan yg tertampung biasanya warna kuning atau putih lalu dicampur dgn asam cuka agar menggumpal, aduk sampai rata, asam cuka bisa digantikan dgn air kelapa atau sulfat kapur.
j.        Gumpalan2 tahu yg mulai mengendap dituangkan dalam kotak berukuran 30×20 cm2 dan dialasi kain belacu.
k.      Adonan tahu kotak dikempa selama beberapa saat agar air yg masih tercampur dalam adonan tadi habis.
l.        Bila adonan itu sudah jadi, sudah dpt dipotong potong dan simpan dikulkas, dan siap diolah setiap saat.
m.    Selesailah Cara Membuat Tahu



2.5     Aneka Jajanan Yang Terbuat Dari Bahan Dasar Tahu

a.    TAOGE CAH TAHU JAMUR
Bahan:
1.      3 siung bawang putih, haluskan
2.      3 sendok makan udang kering, rendam, cincang
3.      1 buah tahu kuning, iris-iris
4.      1 buah wortel, potong korek api
5.      2 buah jamur shitake, potong-potong
6.      1 buah mentimun, iris-iris
7.      50 gram taoge, buang ekor
8.      ½ buah paprika merah, potong-potong
9.      ¼ sendok the garam
10.  ¼ sendok the lada bubuk
11.  ½ sendok penyedap rasa, jika suka
12.  1 sendok the kecap asin
13.  1 sendok the minyak wijen
14.  Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Taoge Cah Tahu Jamur:
1.      Panaskan minyak, tumis bawang putih, hingga harum. Masukkan udang, tahu, jamur, wortel, mentimun, taoge, paprika
2.      Tambahkan garam, lada, penyedap rasa, kecap asin. Aduk rata
3.      Beri minyak wijen, hidangkan


b.    Tahu Goreng krispi
Bahan Isi:
1.       200 gram ikan tenggiri, dihaluskan
2.       1 batang daun bawang, diiris halus
3.       1 siung bawang putih, dihaluskan
4.       1/4 sendok teh vetsin 
5.       1/4 sendok teh garam 
6.       1/8 sendok teh merica bubuk 
7.       1/8 sendok teh gula pasir 
8.       2 putih telur 
9.       30 ml air es 
10.    30 gram tepung sagu 
11.    1 sendok makan tepung terigu protein sedang 
12.    8 buah tahu putih ukuran kecil 
13.    minyak untuk menggoreng 
14.    1 butir telur, dikocok lepas untuk pencelup
Bahan Pelapis (aduk Rata):
100 gram tepung terigu protein sedang
25 gram tepung bumbu serbaguna

Bahan Sambal Kacang:
1.       100 gram kacang tanah kulit, digoreng
2.       1 siung bawang putih, direbus
3.       2 buah cabai merah besar, direbus
4.       3 1/2 sendok teh gula merah sisir 
5.       3/4 sendok teh garam 
6.       2 sendok teh kecap manis 
7.       175 ml air hangat 
8.       2 sendok makan air asam (dari 1 sendok makan asam jawa dan 5 sendok makan air)
·          
Cara Pengolahan :
1.      Isi: campur ikan tenggiri, daun bawang, bawang putih, vetsin, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata.
2.      Tambahkan putih telur dan air es. Aduk rata. Masukkan tepung sagu dan tepung terigu. Aduk sampai kalis. Sisihkan.
3.      Goreng tahu putih sampai berkulit. Angkat
4.      Keruk bagian tengahnya dari bagian sisinya. Beri isi.
5.      Celup ke telur. Gulingkan di bahan pelapis. Lakukan pelapisan sekali lagi.
6.      Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang
7.      Sambal kacang: haluskan kacang tanah, bawang putih, cabai merah besar, gula merah, dan garam. Masukkan kecap manis, air hangat, dan air asam. Aduk rata.
8.      Sajikan tahu goreng dengan sambal kacang.


BAB III
Kesimpulan dan saran
3.1 Kesimpulan
Produksi tahu sudah dimulai dari sejak dahulu kala, proses pembuatannyapun tidak semudah yang kita bayangkan. Proses produksi berkemabang dari masa kemasa.
Makanan yang sarat dengan protein ini tidak boleh kalah dengan makana-makanan yang populer pada masa sekarang ‘Junk Food’ atau makanan cepat saji.

3.2 Saran
Bagi para produsen tahu lebih di perhatikan lagi mengenai peningkatan kualitas, daya tahan serta strategi pemasaran.
Dan bagi para pembuat makanan yang berbahan dasar dari tahu, di harapkan agar bisa membuat produk yang lebih inovatif, dan bisa makin menarik konsumsi pasar.

DAFTAR PUSTAKA



0 komentar :

Poskan Komentar

Popular Posts

Clicksor